Beranda > Kuliah > Dekomposisi

Dekomposisi

Dekomposisi adalah teknik memecah sebuah relasi menjadi beberapa relasi. Kemudian setelah relasi tersebut dipecah bila digabungkan kembali harus mendapat hasil yang sama, tidak boleh record yang hiulang maupun record tambahan.

Bila kondisi ini terpenuhi maka ini yang disebut Lessloss-join decomposition.

Contohnya sebuah dekomposisi yang non-Lossless-join:

R1
A B
X 1
X 2
Y 1
Dekomposisi =>
R2
A
X
Y
R3
B
1
2

Bila kedua relasi R2 dan R3 digabung kembali maka akan didapat:

R4
A B
X 1
X 2
Y 1
Y 2

Kondisi ini yang disebut Lossy join decomposition.

Untuk menghindari dekomposisi Lossy-join maka pada relasi hasil dekomposisi harus memiliki attribut yang beririsan. Contohnya adalah pada Relasi StaffBranch diatas didekomposisi menjadi Relasi Staff dan Relasi Branch dimana attribut BranchNo sebagai irisannya.

Ada dua properti penting dalam dekomposisi yaitu Lossless-join Property dan Dependency Preservation Property. Dalam sebuah dekomposisi apakah memenuhi kaidah Lossless-join dan apakah memenuhi kaidah Dependency Preservation.

Masih bingung??? sama saya juga, mari kita lihat lagi.

Untuk mendapatkan dekomposisi yang Lossless-join harus ada attribut yang beririsan namun harus hati hati supaya dekomposisi harus juga Dependency Preserving. Untuk bisa mendapatkan Dependency Preserving syaratnya adalah constraint yang berlaku direlasi awal harus juga berlaku di relasi hasil dekomposisi. Berikut contohnya:

PhoneAddress
Mahasiswa NoHP Operator
Wawan 0815 06 Matrix
Wawan 0817 07 Pro XL
Aan 0815 08 Matrix
Nuri 0812 09 Simpati

Tanda “→” dibaca “menentukan”

Relasi PhoneAddress kemudian dengan cara pertama didekomposisi menjadi:

PA1
Mahasiswa NoHP
Wawan 0815 06
Yoseph 0817 07
Aan 0815 08
Nuri 0812 09
PA2
NoHP Operator
0815 06 Matrix
0817 07 Pro XL
0815 08 Matrix
0812 09 Simpati

Constraint awal adalah {Mahasiswa → NoHP, NoHP → Operator}, kemudian dari dua relasi diatas ada irisan yaitu attribut {NoHP}, dengan demikian ketika kita merujuk salah satu nama Mahasiwa pada relasi PA1 maka kita akan dapat NoHP, berbekal NoHP ketika kita pergi ke PA2 kita bisa mendapat nama Operator.

Sekarang kita pakai cara dekomposisi kedua:

PA1
Mahasiswa NoHP
Wawan 0815 06
Yoseph 0817 07
Aan 0815 08
Nuri 0812 09
PA2
Mahasiswa Operator
Wawan Matrix
Yoseph Pro XL
Aan Matrix
Nuri Simpati

Constraint awal adalah {Mahasiswa → NoHP, NoHP → Operator}, kemudian dari dua relasi diatas ada irisan yaitu attribut {Mahasiswa}, ketika kita merujuk salah satu nama Mahasiwa pada relasi PA1 maka kita akan dapat NoHP, berbekal NoHP kita tidak dapat mendapat nama Operator pada relasi PA2.

Dekomposisi cara kedua diatas juga Lossless-join karena memiliki attribut irisan {Mahasiswa} tapi tidak Dependency Preserving karena constraint yang berlaku pada awal relasi sebelum didekomposisi tidak berlaku lagi.

Untuk ringkasnya lihatyang beriku tini:

  • Ada sebuah Relasi: R = (A, B, C)
    Constraint F = {A → B, B → C}

    • Dapat didekomposisi dalam dua cara.
  • Cara pertama: R1 = (A, B), R2 = (B, C)
    • Lossless-join decomposition: R1 → R2 = {B} dan B → BC
    • Dependency preserving
  • Cara kedua: R1 = (A, B), R2 = (A, C)
    • Lossless-join decomposition: R1 → R2 = {A} dan A → AB
    • Not dependency preserving

Apa itu dependency (ketergantungan)? Dependency secara garis geras ada dua macam yaitu Functional Dependency dan Multivalued Denpendency.

Kategori:Kuliah Tag:
  1. 19 Februari 2009 pukul 12:45

    terima kasih pak

  2. memordial
    29 Juni 2009 pukul 19:41

    mas wibi, aq masih bingung nih tentang dekomposisi.
    klo misalkan sebuah tabel cuma di dekomposisi dan tidak ada relasi antar tabel yang baru. itu di perbolehkan atau tidak ??
    misal : tabel
    test(A,B,C,D,E) di dekomposisi jadi
    test1(A,B,C) dan
    test2(D,E) ajah itu diperbolehkan atau tidak?? atau harus ada relasi? trims. aq bingung bgt.

  3. rhina
    19 November 2009 pukul 11:56

    gmn klo dekomposisi dlm bidang pers differensial,sbb yg sy bc diatas mengenai relasi-relasi klo sy tdak slh masuk dlm aljbr.
    bagaiman dengan metode dekomposisi adomian????bs nd dijlsx????

  1. 5 Maret 2008 pukul 17:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: