Beranda > Gov 2.0 > Seminar Nasional Teknologi Informasi 2010

Seminar Nasional Teknologi Informasi 2010

Seminar ini diselenggarakan oleh Universitas Tarumanegara setiap tahun sejak 2004. Tema tahun 2010 ini adalah “IT for Business; Integrated System” dengan dua pembicara utama yaitu praktisi dari PT Microsoft Indonesia (Tony Seno Hartono) dan PT Unilever Indonesia (Danarjaya Sri).

Panitia dan Keynote Speaker

Menyeminarkan 48 makalah pada tanggal 27 November yang lalu membuat seminar sehari ini padat acara. Tiap pemakalah mendapat waktu sangat terbatas, hanya 15 menit saja. Tapi ternyata dua pemakalah utama memakan waktu lebih panjang sehingga pada giliran kami waktu terpaksa dikurangi menjadi hanya tujuh menit presentasi dan tiga menit tanya jawab.

Dengan demikian pemakalah harus melakukan presentasi dengan lebih cepat dan melewati beberapa slide yang tidak terlalu penting. Tapi overall penyelenggaraan oleh panitia sangat bagus. Disediakan beberapa ruang terpisah sehingga seminar bisa berjalan paralel dan peserta seminar bisa memilih topik yang mereka minati

Makalah Government 2.0 mendapat jadwal pertama di ruang Komisi B. Setelah presentasi dan menjawab sebuah pertanyaan karena keterbatasan waktu, untuk kedepan saya merasa harus mempersiapkan slide Government 2.0 dalam berbagai versi durasi, termasuk versi durasi lima menit agar esensi bisa tersampaikan dengan lebih baik. Slide hasil ringkasan dari presentasi dengan durasi lebih panjang ternyata tidak sebaik jika slide memang dibuat untuk durasi pendek.

Makalah makalah yang diseminarkan cukup menarik bagi saya, terutama makalah yang berhubungan dengan e-Government. Pengalaman yang paling menarik dari seminar ini adalah karena saya selama ini kesulitan menemukan makalah atau paper yang mengambil topik yang serupa dengan Government 2.0.

Tapi kali ini pucuk dicita ulam tiba saya bertemu dengan salah seorang pemakalah: Hendrik Karim dari Universitas Islam Indonesia Jogjakarta dengan judul makalah: “Linked Open Data, Sebuah Model Guna Mendukung Implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik“. Kami mengkaji isu yang sama yaitu Open Government dimana salah satu unsurnya adalah Linked Open Data. Kami menggunakan banyak referensi yang sama. Senangnya luar biasa bisa ngobrol nyambung. Makalah itu merupakan tesisnya untuk meraih gelar M.Eng dari School of Engineering and Technology, Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2010.

Tapi hal yang membuat lebih semangat lagi adalah bertemu dengan beberapa pemakalah lain yang kajiaannya potensiil menjadi aplikasi client dari platform Government 2.0. Salah satu diantaranya adalah kajian dari Teguh Prasandy dengan judul: “Rekayasa Sistem Informasi Perikanan Berbasis Web“. Dalam blueprint e-Government milik Kemkominfo, aplikasi perikanan ini termasuk modul Perikanan dan Kelautan dan juga bisa masuk dalam modul Potensi Daerah. Kajian ini juga merupakan tesisnya di Universitas Diponegoro.

Sedikit mengejutkan ada studi kasus tentang sebuah sistem informasi yang konsep kerjanya sudah mengarah kepada Government 2.0, ditulisan oleh Muanam dan Mochamad Wahyudi dari AMIK BSI dengan judul makalah: “Perancangan dan Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Potensi Mikrohidro Berbasis Web menggunakan Sistem Informasi Geografis Google Maps: Studi Kasus pada Integrated Microhydro Development and Application Program“.

Saya pernah menulis tentang “Teknologi Informasi Untuk Solusi Pemetaan Lokasi Tindak Kejahatan“. Dalam tulisan tersebut saya sertakan contoh aplikasi Government 2.0 dimana data dimasukan oleh tidak hanya petugas tapi dari rekanan petugas yang melalui proses validasi sebelum ditampilkan ke pengguna.

Kemudian data yang dihasilkan juga tidak diproteksi tapi dibuat Open Data sehingga masyarakat luas bisa me-reuse data tersebut untuk dibuat mashup, dengan demikian modularitas ditingkat aplikasi bisa dicapai atau lebih banyak dikenal sebagai widget. Sejauh mana Open dari data yang dihasilkan belum saya teliti lagi sebab ada beberapa kriteria Open untuk bisa dikategorikan Open Data. Namun demikian saya sudah menganggap bahwa ini adalah hal yang luar biasa, sebab untuk melakukan keterbukaan data perlu mindset yang juga Open. Hal ini perlu di contoh oleh institusi lain dari Pemerintah.

Lebih lanjut saya berharap bisa menyelesaikan platform Government 2.0 versi live beta dalam waktu dekat untuk dapat segera mendemokan kepada pihak pihak yang berpotensi menjadi aplikasi client seperti Mikrohidro dan Perikanan diatas yang merupakan aplikasi dari modul Potensi Daerah.

Target awal tahun 2011 platform sudah bisa live dan dapat diakses publik, untuk mengikuti perkembangannya pantau terus Page Facebook kami.

Kategori:Gov 2.0
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: