Beranda > Curhat > Studi Literatur

Studi Literatur

Studi literatur dalam sebuah penelitian untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh  tentang  apa yang sudah dikerjakan orang lain dan bagaimana orang mengerjakannya, kemudian seberapa berbeda penelitian yang akan kita lakukan.

Penting karena untuk menghindari usaha yang sebenarnya sudah pernah dilakukan orang lain dan bisa digunakan pada penelitian kita untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya. Penting juga untuk memberi arah penelitian selanjutnya yang perlu dilakukan untuk melanjutkan misi penelitian.

Dalam melakukan studi literatur ada beberapa teknik yang dapat digunakan antara (1) Criticize,  (2) Contrast, (3) Compare,  (4) Summarize, (5) Synthesize. Hasil dari teknik tersebutlah yang kemudian ditulis sebagai landasan teori untuk analisis penelitian kita.

Dr Jakob Nielsen

Materi yang valid untuk digunakan bahan studi literatur antara lain buku, jurnal, paper bahkan artikel blog dari para akademisi. Tidak dianjurkan untuk mengambil bahan studi literatur dari Wikipedia atau blog anonym. Tahun terbit dokumen juga menjadi pertimbangan penting, tidak boleh lebih dari sepuluh tahun, apalagi untuk bidang bidang yang berkembang pesat seperti TI.

Dalam rangka mencari bahan studi literatur saya mencoba browsing dan mendapat beberapa bahan yang bisa didownload. Namun ada juga yang harus dibeli. Total jumlah yang idealnya harus dibaca dan direview ada puluhan dokumen namun tidak semua berhasil didapat.

Salah satu dokumen penting yang belum berhasil saya dapatkan adalah hasil riset dari Nielsen Norman Group Report: Enterprise 2.0: Social Software on Intranets (A Report From the Front Lines of Enterprise Community, Collaboration, and Social Networking Projects)

Adaptive EA

Kemudian dokumen yang sudah saya miliki tentunya buku textbook tentang infrastruktur TI Adaptive Enterprise, The: IT Infrastructure Strategies to Manage Change and Enable Growth (IT Best Practices series) karya Bruce Robertson dan Valentin Sribar. Buku sudah ada sejak tahun 2002 namun isinya masih relevan karena konsep infrastuktur yang tidak banyak berubah.

Enterprise 2.0

Buku belum saya dapatkan ada dua. Pertama tentang Enterprise 2.0: New Collaborative Tools for Your Organization’s Toughest Challenges karya Prof Andrew McAfee Ph.D. Buku telah mengalami penundaan penerbitan oleh pernerbit Harvard dari Juli tahun lalu hingga akhirnya baru tersebia awal tahun ini.

Open Government: Collaboration, Transparency, and Participation in Practice

Open Government

Buku lain yang juga penting yang belum saya dapatkan adalah Open Government: Collaboration, Transparency, and Participation in Practice karya Daniel Lathrop dan Laurel Ruma yang diterbitkan oleh Tim O’Reilly yang menjadi penggagas ide Government 2.0. Buku belum terbit hingga februari ini tapi sudah bisa dipesan.

Baru saja saya pesan keduanya dari Amazon dan berharap bisa sampai di tangan saya bulan depan. Semakan cepat semakin baik dan sebab masa studi tesis hanya 5 bulan dan telah berjalan satu bulan, bila buku datang telat maka penelitian bisa lebih berat lagi…

  1. 26 Juni 2011 pukul 14:40

    Mas Saya tertarik dengan pemerintahan terbuka>>adkah kontak agar saya bisa menghubungi. Saya ingin bertanya-tanya lebih dalam. terutama contoh pemerintahan terbuka. Semisal di Inggris yang polisinya memberikan keterbukaan informasi daerah rawan, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi untuk menangggulangi kejahatan dan berkolaborasi.
    terimaksih
    salam adijonk@yahoo.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: