Beranda > Bisnis > Masa Depan Social Media Dalam Lima Era

Masa Depan Social Media Dalam Lima Era

Berharap Groundswell berlanjut, dimana orang orang saling terhubung ketimbang antar institusi. Pengunaan Social-media oleh pengguna Internet meningkat begitu pesat, berbagai perusahaan juga mengadopsi bahkan pada saat resesi, jadi berharap akan ada inovasi baru yang sesuai dengan tren ini. Klien dapat mengakses laporan ini disini, tetapi sebagai ringkasan atas apa yang kami temukan, dalam Executive Summary kami nyatakan:

Dewasa ini pengalaman masyarakat dalam menggunakan Social-media belum terpadu karena pengguna Social-media memiliki identitas terpisah di masing-masing jaringan sosial yang mereka kunjungi. Seperangkat teknologi yang memungkinkan sebuah identitas menjadi portabel akan dapat memberdayakan pengguna social-media masuk ke dalam transformasi pemasaran, e-Commerce, CRM, dan iklan.

Identitas hanyalah awal transformasi ini, di mana Web akan berkembang langkah demi langkah dari “situs sosial” yang terpisah menjadi “situs sosial” yang terpadu. Pengguna Internet akan bergantung pada rekan-rekan mereka karena mereka membuat keputusan secara online, tanpa bergantung apakah perusahaan pemilik produk berpartisipasi pada “situs sosial” itu atau tidak.

Pengguna Internet yang terhubung dalam Social-media akan membuat komunitas pelanggan menjadi kuat dan menggeser dominasi tirani perusahaan dengan CRMnya,  ini akhirnya akan menghasilkan pemberdayaan masyarakat dalam menentukan generasi selanjutkan dari sebuah produk.

Kami menemukan bahwa teknologi memicu perubahan cara belanja pelanggan, produk akan mengikuti, hasilnya adalah lima gelombang yang terdiri dari:

Lima Era dari Social Web:

  1. Era Social Relationships:  Orang menggunakan Social-media untuk saling terhubung ke orang lain dan saling berbagi informasi.
  2. Era Social Functionality:  Social-media menjadi seperti sistem operasi dengan aplikasi sosial, namun identitas masih belum terpadu.
  3. Era Social Colonization: Identitas sudah terpadu dan setiap transaksi dapat diketahui karena terhubung ke dalam jaringan aplikasi sosial.
  4. Era Social Context:  Pada era ini sebuah situs sosial dapat memberikan layanan sesuai dengan konteks pelanggannya. Social-media akan menjadi platform untuk semua layanan TI.
  5. Era Social Commerce: Ini era dimana masyarakat dapat menentukan bagaimana masa depan sebuah produk atau layanan.

Update: Majalah CRM menjelaskan lebih banyak tentang lima era ini dengan fokus pada gambar dibawah.

Lima Era Social-Web

Lima Era Social-Web

Rentang waktu dari Lima Era:

Perlu diketahui bahwa era-era itu tidak berurutan, tapi mereka tumpang tindih. Kita telah memasuki dan mengalami kematangan dari era Social Relationships, juga telah masuk ke era Social Functionality namun belum benar benar terutilisasi, dan mulai masuk ke era Social Colonization dengan teknologi awal seperti Facebook Connect. Identitas terpadu ini akan segera memberdayakan masyarakat untuk memasuki era Social Context dengan personalisasi konten. Diagram berikut ini menunjukkan bagaimana kita akan melihat era era tersebut di masa depan dengan Social Commerce sebagai era terjauh.

Rentang Waktu Lima Era

Rentang Waktu Lima Era

Wawancara dengan 24 perusahaan teratas yang menggunakan Social-media:
Penelitian ini bukan dilakukan tanpa responden, itulah sebabnya kami melakukan penelitian kualitatif untuk mengetahui apa yang kami duga. Kami sampai pada kesimpulan ini berdasarkan wawancara dengan eksekutif, manajer produk, dan strategists pada 24 perusahaan berikut: Appirio, Cisco Eos, Dell, Facebook, Federated Media Publishing, Flock, Gigya, Google (Open Social/stack team), Graphing Social Patterns (Dave McClure), IBM (SOA Team), Intel (social media marketing team), KickApps, LinkedIn, Meebo, Microsoft (Live team), MySpace, OpenID Foundation (Chris Messina), Plaxo, Pluck, Razorfish, ReadWriteWeb, salesforce.com, Six Apart, dan Twitter.

Bagaimana sebuah produk/layanan harus disiapkan.

Apa yang menarik adalah bukan visinya, melainkan apa yang membuat produk/layanan kita tetap bertahan, dimana hasilnya adalah, perusahaan harus mempersiapkan diri dengan:

  • Don’t Hesitate: Perubahan datang begitu cepat, dan kita telah berada di era ke tiga pada akhir tahun ini. Perusahaan harus mempersiapkan diri dengan melakukan perencanaan jangka pendek untuk era sekarang. Jangan tertinggal dan membiarkan kompetitor terhubung dengan masyarakat pengguna Social-media sebelum anda melakukannya.
  • Prepare For Transparency: Orang-orang akan dapat menjelajahi web bersama teman-teman mereka, karenanya anda harus memiliki rencana. Mempersiapkan setiap halaman web dan produk yang akan direview oleh pelanggan anda dan terlihat oleh prospek, bahkan jika anda memilih untuk tidak berpartisipasi.
  • Connect with Advocates: Fokus pada pelanggan yang fanatik, mereka dapat membela produk anda dari para penghujat. Pendapat mereka lebih dipercaya, dan ketika kekuasaan bergeser ke komunitas, dan mereka mulai menentukan bagaimana seharusnya sebuah produk, maka mereka menjadi lebih penting dari segalanya.
  • Evolve your Enterprise Systems: Sistem perusahaan anda perlu melakukan koneksi ke Social-media. Jaringan Social-media dengan cepat berubah menjadi sumber informasi pelanggan melampaui sistem CRM perusahaan anda. Sistem CMS perlu memiliki fitur Social-media, desak vendor anda untuk menyediakan ini atau bergabung dengan komunitas Social-media.
  • Shatter your Corporate Website: Pada masa depan yang paling radikal, konten akan datang ke konsumen -ketimbang mereka mencari konten- siap siap merombak website perusahaan anda dan biarkan isinya terdistribusi ke Social-media. Biarkan informasi yang paling penting menyebar ke masyarakat.
Jeremiah Owyang

Jeremiah Owyang

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel Jeremiah Owyang yang berjudul “The Future of the Social Web: In Five Eras“, Jeremiah adalah seorang analis senior di Forrester.com yang tulisannya banyak dirujuk sebagai referensi untuk bidang strategi web. Forrester Research, Inc adalah sebuah lembaga penelitian indenpen yang telah listing di NASDAQ. Fokus penelitian Owyang adalah bidang social computng industry.

Kategori:Bisnis
  1. 24 Mei 2009 pukul 20:32

    bener mas sekarang memang sosial media menjurus ke arah commerse. para pemasar mesti mempertimbangkan hal ini dengan seksama.

  2. Brian
    3 Agustus 2009 pukul 13:35

    Artikel menarik.3x saya membacanya.Tapi saat coba diskusi bersama adik ku yang masih SMA, dia malah tanya:
    “Apa bedanya term: Social Web, Social Media, dan Social Networking?”
    Aku cari2 lum nemu jawaban yang ilmiah.Bisa bantu Mas?

  1. 24 Mei 2009 pukul 1:10
  2. 11 Februari 2010 pukul 23:13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: