Beranda > Uncategorized > Memperkenalkan KIPI v1.0

Memperkenalkan KIPI v1.0

Peluang pasar perangkat lunak dalam negeri mencapai 110 juta dollar pertahun dan baru digarap 20% oleh industri lokal, selebihnya dinikmati oleh pemain asing. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya daya saing industri perangkat lunak lokal dibanding asing. Lemahnya daya saing karena tidaknya adanya standar yang bisa dijadikan model kematangan industri perangkat lunak.

A. Latar Belakang
Melihat fenomena diatas dan kenyataan potensi pengembang perangkat lunak lokal semakin meningkat dari tahun ke tahun mendorong pemerintah untuk segera membuat standar.

Standar yang dipakai harus memiliki metodologi yang sudah teruji dalam best practice yang perlu waktu yang cukup lama untuk bisa menemukan metode sendiri yang paling sesuai dengan kondisi yang ada di tanah air.

B. Sepuluh Tingkatan
Pemerintah kemudian mengambil langkah terobosan dengan mengadopsi CMMI v1.1 sebagai standar dan dilakukan penyesuaian dengan keadaan di Indonesia saat ini.

Penyesuaian yang dilakukan adalah memecah level CMM dari 5 level menjadi 10 level. Pertimbangannya adalah karean pemain industri perangkat lunka dalam negeri yang berjumlah 250 perusahaan lebih mayoritas terdiri dari perusahaan perushaan kecil. Dengan kondisi seperti ini pembagian 10 level diharapkan bisa memetakan kematangan perusahaan perusahaan itu dengan lebih akurat.

Dengan level yang lebih banyak diharapkan perusahaan perusahaan kecil itu dapat lebih terpacu untuk naik tingkat dalam waktu yang lebih singkat ketimbang 5 level tapi butuh waktu dan biaya yang lebih lama dan besar.

C. Pemetaan KIPI
Adapun pemetaan CMM pada KIPI dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Dapat dilihat level 2 CMM dipecah menjadi 2, level 2 dan level 3 pada KIPI. Kemudian level 3 CMM dipecah menjadi 5 level pada KIPI. Level 4 CMM menjadi level 9 KIPI dan 5 CMM menjadi level 10 KIPI.

KIPI

CMM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

*

2

*

*

3

*

*

*

*

*

4

*

5

*

ANATOMI KIPI

A. Level 1 Persiapan
Semua organisasi pengembang perangkat lunak dikatagorikan masuk dalam level 1 dimana proses pengembangan perangkau lunak dilakukan dengan cara adhoc dan hasilnya tidak dapat diprediksi.

B. Level 2 Awal
Pada level 2 ada 4 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Manajemen Kebutuhan (MaKe)
  • Perencanaan Proyek (PP)
  • Pengawasan dan Kontrol Proyek (PKP)
  • Manajemen Konfigurasi (MaKo)

C. Level 3 Pengulangan
Pada level 3 ada 3 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Manajemen Perjanjian Penyalur (MPP)
  • Jaminan Mutu Kualitas Produk dan Proses (JMKPP)
  • Penilaian dan Analisa (PA)

D. Level 4 Terdifinisi
Pada level 4 ada 2 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Manajemen Proyek Terintegrasi (MPT)
  • Manajemen Resiko (MR)

E. Level 5 Terencana
Pada level 5 ada 2 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Difinisi Proses Organisasi (DPO)
  • Pelatihan Organisasi (PO)

F. Level 6 Terorganisir
Pada level 6 ada 2 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Fokus Proses Organisasi (FPO)
  • Analisa Keputusan dan Resolusi (AKR)

G. Level 7 Terintegrasi
Pada level 7 ada 2 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Integrasi Produk (IP)
  • Pengembangan Kebutuhan (PK)

H. Level 8 Teruji
Pada level 8 ada 3 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Solusi Teknik (ST)
  • Validasi (VAL)
  • Verifikasi (VER)

I. Level 9 Terkelola
Pada level 9 ada 2 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Manajemen Proyek secara Kuantitatif (MPK)
  • Perfoma Proses Organisasi (PPO)

J. Level 10 Optimal
Pada level 10 ada 2 KPA yang harus dipenuhi yaitu:

  • Analisa Penyebab dan Resolusi (APR)
  • Pengembangan dan Inovasi Organisasi (PIO)

STRATEGI KIPI

Tidak mudah memberlakukan sebuah standar kepada masyarakat yang belum memiliki kesadaran tinggi akan penting daya saing.

A. Sosialisasi
Karena itu Deperin menerapkan strategi sosialiasi pada 2008 ini ke berbagai instansi dan perusahaan dan asosiasi profesi pengembang perangkat lunak.

B. Resistensi
Resistensi yang dirasakan adalah keengganan mengakui standar lokal karena sudah ada standar international seperti CMM yang sudah diakui secara luas.

C. Sponsor
Dalam CMM biaya sertifikasi untuk satu level bisa mencapai 40 hingga 70 ribu US dollar. Tapi dalam KIPI pemerintah menggratiskan biaya sertifikasi tersebut agar tidak menjadi halangan bagi perusahaan kecil untuk ikut mendapatkan sertifikasi KIPI.

PENUTUP

KIPI adalah sebuah usaha bagi syarat kebangkitan industri perangkat lunak lokal untuk bisa meningkatkan daya saing di dunia global.

Karena dengan KIPI daya saing industri perangkat lunak tanah air akan meningkat dan ditambah pula dengan proteksi dari pemerintah untuk pasar lokal peserta tender harus mengantongi sertifikasi KIPI ini sehingga pemain asing menjadi tidak mudah untuk bisa ikut tender sebab harus ikut sertifikasi KIPI terlebih dahulu.

Untuk meningkatkan kesadaran akan sertifikasi KIPI maka pemerintah akan mewajibkan berbagai tender proyek TI pemerintah terutama yang tercakup dalam 7 flagship Detiknas untuk memiliki sertifikasi KIPI sebagai persyaratan wajib.

  1. 24 Oktober 2008 pukul 12:42

    wuih mantap tuch artikelnya,
    terima kasih

    agus

  2. 5 Februari 2009 pukul 10:51

    Baru tahu ada KIPI, sayang tidak disebutkan kepanjangannya (apa tida ada), kemudian ada situs resmi atau badan yang mengeluarkan KIPI ini. Sehingga dapat di jadikan rujukan resminya

  3. 5 Februari 2010 pukul 10:01

    Kepanjangan dari KIPI itu Kematangan Industri Piranti Lunak. KIPI ini dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian. Saya juga sudah coba cari di website Deperin tapi tidak ada publikasinya. Mungkin yang belum adalah bagaimana pemerintah, atau dalam hal ini deperin, dapat menyediakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatan kematangan dari software house yang ada di nogara ini.

  4. 11 Mei 2010 pukul 21:13

    menurut informasi yg saya dapat, biaya sertifikasi ga gratis.
    tapi pemerintah berencana memberikan pinjaman selama 2-3 tahun kepada perusahaan piranti lunak untuk membayar biaya sertifikasi tsb.

  5. bagoes
    17 Agustus 2010 pukul 16:47

    Mas Wibisono Sastrodiwiryo, apa boleh tahu untuk source referensi pemetaan CMM dengan KIPI? Terima kasih ya, mau kugunain buat referensi kalo ada….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: