Beranda > Kuliah > Kematangan Industri Perangkat Lunak Indonesia

Kematangan Industri Perangkat Lunak Indonesia

Bulan Mei tahun 2008 menjadi tonggak peringatan 100 tahun kebangkitan nasional. Banyak pihak yang memanfaatkan momen ini untuk lebih menyuarakan apa saja yang telah dan akan mereka lakukan dalam programnya.

Pada dasarnya mereka ingin mensosialisasikan program mereka dengan tema kebangkitan.
Bicara soal kebangkitan bisa kita lihat paradigmanya selalu berawal dari kebangkitan keilmuan yang berbasis pada pendidikan, kebangkitan pemerintahan yang berbasis pada politik, kemudian kebangkitan ekonomi yang berbasis pada industri.

Pada tahun 1908 para pendiri Budi Utomo terdiri dari orang orang yang berpendidikan. Itulah awal kebangkitan nasional dimana kesadaran dari kaum terpelajar membentuk suatu gerakan yang bersifat nasional berhasil menjadi motor penggerak menuju kemerdekaan yang menjadi kebangkitan pemerintahan dengan berdaulatnya rakyat Indonesia secara politik atas dirinya sendiri.

Pada era Orde Baru, apa yang telah diraih sebelumnya berusaha dilanjutkan dengan mencoba masuk ke bidang industri dimana dengan kebijakan pemerintah yang mendukung industrialisasi berbagai macam industri tumbuh dan berkembang di tanah air.

Di ujung jalan era Orde Baru, memasuki era Reformasi yang ditandai dengan krisis moneter dan berlanjut ke krisis ekonomi membuat seolah olah semua yang pernah kita raih hilang begitu saja tanpa bekas.
Industri yang merupakan pilar ekonomi runtuh, terutama industri manufaktur yang mayoritas dikuasai oleh pemodal kuat seperti pemerintah dan konglomerat. Ditutupnya berbagai pabrik oleh para investor asing membuat semakin tipisnya harapan akan kebangkitan yang didambakan.

Departemen Perindustrian membuat teori bahwa industri masa depan yang bisa diharapkan adalah industri agrobisnis, transportasi dan telematika. Ketiga industri ini menjadi pilar utama industri masa depan yang diharapkan menjadi pilar kebangkitan industri Indonesia.

Industri telematika menjadi tumpuan harapan melihat perkembangan industri ini di dunia international dan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Potensi bangsa yang besar di bidang telematika bila tidak dikelola dengan baik tidak akan mampu masuk ke ranah industri yang membutuhkan rekayasa. Apa yang dimiliki oleh Indonesia sekarang ini tidak lebih dari potensi dan menunggu untuk digarap lebih lanjut menuju ke arah industri.

Departemen Perindustrian adalah salah satu pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengarahkan dan memfasilitasi potensi potensi tersebut untuk bisa masuk ke industri dengan cara mengeluarkan kebijakan pemerintah yang mendukung dan menyuburkan berkembangnya industri telematika di tanah air.

Salah satu usaha Deperin adalah dengan mengeluarkan standar model kematangan industri perangkat lunak yang di kenal dengan nama KIPI v1.0 pada pertengahan 2006.

Bagaimana KIPI dengan model kematangannya ini bisa mengubah potensi menjadi kebangkitan industri perangkat lunak maka tunggu postingan saya selanjutnya.

Kategori:Kuliah Tag:,
  1. 24 Oktober 2008 pukul 16:36

    hidup masa depan IT indonesia

  2. 3 Juni 2009 pukul 20:47

    mas, mengenai KIPI ini bagaimana kelanjutannya ?
    apakah sudah impelemtatif ?

    saya sedang meneliti tentang perlu tidaknya standar dokumentasi perangkat lunak di Indonesia

    terima kasih..

  1. 27 Juni 2008 pukul 2:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: