Beranda > Bisnis, CyberGL > Bangkit Kembali

Bangkit Kembali

Sejak berdirinya perusahaan tahun 2000 sampai sekarang banyak sekali yang telah saya (baca: kami) lalui. Perusahaan garasi dengan karyawan tetap hanya saya seorang ini pada awalnya fokus hanya membuat aplikasi pesanan (tailored application) tapi pada perjalananya saya perlu sesuatu yang lain.

Mengandalkan hidup dari proyek proyek besar ternyata tidak bisa diandalkan. Pada kenyataannya proyek proyek kecillah membuat perusahaan bisa tetap bertahan hidup.

Sungguhpun demikian bisnis IT mengalami pasang surut. Dikala tidak ada proyek sama sekali saya menyibukkan diri dengan membuat produk aplikasi freeware dan menggelarnya di web site perusahaan.

Ternyata dampaknya luar biasa, dari produk gratisan itu nama perusahaan mulai muncul di mesin pencari Yahoo, Google dll, hingga pada akhirnya saya mendapat client dari mereka yang membaca profil perusahaan melalui search engine. Diantaranya client asing dari Belanda, Canada, dan Swedia.

Girang mendapat proyek dari luar negeri dan bisa memperkerjakan teman teman programer dalam kontrak hingga 8 personal saya melupakan proyek pengembangan produk freeware dan tekun mengerjakan proyek berbayar itu. Begitu proyek dibayar dapat duit lumayan banyak bukannya kembali ke proyek pengembangan produk gratisan tapi saya malah sibuk belanja, bersenang senang dan santai.

Baru terasa setelah duit habis, apalagi ditambah kenyataan usia bertambah tua tapi positioning perusahaan kok masih disitu situ ajah. Wah panjang deh ceritanya kalo mau ngomongin itu.

Yang ingin saya sampaikan kali ini cuma bahwa saya sekarang menyadari bahwa pentingnya tetap konsisten mengembangkan produk gratisan sebab produk gratisan ini adalah satu satunya marketing tool yang saya punya.

Sekarang saya lagi siap siap mengembangan versi selanjutnya dari produk yang sudah ada, semoga semangat bisa terpelihara sebab setan moody dan malas terus saja mencari celah untuk menyerang.

Kategori:Bisnis, CyberGL
  1. 16 Agustus 2007 pukul 6:34

    Pak, great posting and you have my sympathy🙂

    Memang menjalankan bisnis yang bekelangsungan itu sukar (apa lagi bagi kita2 yang lebih condong ke teknis atau programming). Yang saya lihat dari orang2 India, mereka punya 1 orang yang khusus Business Development yang mencari-cari customer secara pro-aktif. Apa cari2 di Internet, atau lewat email/fax/tilpun ke luar negeri. Orang BD itu juga harus bisa negosiasi kontrak.

    Freeware nya itu penting untuk membuktikan bisa membangun produk. Iya, seperti self-marketing. Jadi freewarenya lebih baik di jalankan terus.

    [TH]

  2. 16 Agustus 2007 pukul 14:53

    Terimakasih mas Hardjono atas simpatinya.

    Seharusnya memang kita juga begitu, punya divisi tersendiri untuk urusan selain development. Ini tentunya akan berpulang pada seberapa profesionalnya kita.

    Yang paling sering saya alamai (dan juga banyak rekan rekan developer yang lain) adalah masalah kontrak. Kita orang Indonesia sudah terbiasa merasa sungkan dan tidak enak yang akhirnya menjadi tidak tegas.

    Sering kali developer dirugikan karena tidak tegas dan cermat pada kontrak. Perubahan ditengah jalan acap kali menuntut kerja ekstra developer tanpa penyesuaian nilai kontrak.

    Kenapa yah tidak ada teman teman yang mengkhususkan diri memberikan layanan bantuan masalah kontrak bidang TI ini. Tentunya dengan tarif yang bersahabat karena proyek TI pada umumnya kecil kecil senilai dibawah 10 jutaan.

    Orang sering berpikir proyek 2 juta ajah mau pake jasa konsultan hukum, mau bayar berapa? itulah problemnya dikita.

    Proyek dua juta juga kalau pada proses developmentnya berkembang menjadi senilai 5 juta tapi nilai kontrak tidak berubah maka developer alih alih untung malah nombok.

    Jadi maksud saya bukan konsultan hukum yang biasanya hanya menangani masalah hukum kontrak saja tapi juga mengerti seluk beluk proyek IT. Yah seperti orang BD yang mas bilang itulah.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: