Kematangan Industri Perangkat Lunak Indonesia

31 Mei 2008

Bulan Mei tahun 2008 menjadi tonggak peringatan 100 tahun kebangkitan nasional. Banyak pihak yang memanfaatkan momen ini untuk lebih menyuarakan apa saja yang telah dan akan mereka lakukan dalam programnya.

Pada dasarnya mereka ingin mensosialisasikan program mereka dengan tema kebangkitan.
Bicara soal kebangkitan bisa kita lihat paradigmanya selalu berawal dari kebangkitan keilmuan yang berbasis pada pendidikan, kebangkitan pemerintahan yang berbasis pada politik, kemudian kebangkitan ekonomi yang berbasis pada industri.

Pada tahun 1908 para pendiri Budi Utomo terdiri dari orang orang yang berpendidikan. Itulah awal kebangkitan nasional dimana kesadaran dari kaum terpelajar membentuk suatu gerakan yang bersifat nasional berhasil menjadi motor penggerak menuju kemerdekaan yang menjadi kebangkitan pemerintahan dengan berdaulatnya rakyat Indonesia secara politik atas dirinya sendiri.

Pada era Orde Baru, apa yang telah diraih sebelumnya berusaha dilanjutkan dengan mencoba masuk ke bidang industri dimana dengan kebijakan pemerintah yang mendukung industrialisasi berbagai macam industri tumbuh dan berkembang di tanah air.

Di ujung jalan era Orde Baru, memasuki era Reformasi yang ditandai dengan krisis moneter dan berlanjut ke krisis ekonomi membuat seolah olah semua yang pernah kita raih hilang begitu saja tanpa bekas.
Industri yang merupakan pilar ekonomi runtuh, terutama industri manufaktur yang mayoritas dikuasai oleh pemodal kuat seperti pemerintah dan konglomerat. Ditutupnya berbagai pabrik oleh para investor asing membuat semakin tipisnya harapan akan kebangkitan yang didambakan.

Departemen Perindustrian membuat teori bahwa industri masa depan yang bisa diharapkan adalah industri agrobisnis, transportasi dan telematika. Ketiga industri ini menjadi pilar utama industri masa depan yang diharapkan menjadi pilar kebangkitan industri Indonesia.

Industri telematika menjadi tumpuan harapan melihat perkembangan industri ini di dunia international dan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Potensi bangsa yang besar di bidang telematika bila tidak dikelola dengan baik tidak akan mampu masuk ke ranah industri yang membutuhkan rekayasa. Apa yang dimiliki oleh Indonesia sekarang ini tidak lebih dari potensi dan menunggu untuk digarap lebih lanjut menuju ke arah industri.

Departemen Perindustrian adalah salah satu pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengarahkan dan memfasilitasi potensi potensi tersebut untuk bisa masuk ke industri dengan cara mengeluarkan kebijakan pemerintah yang mendukung dan menyuburkan berkembangnya industri telematika di tanah air.

Salah satu usaha Deperin adalah dengan mengeluarkan standar model kematangan industri perangkat lunak yang di kenal dengan nama KIPI v1.0 pada pertengahan 2006.

Bagaimana KIPI dengan model kematangannya ini bisa mengubah potensi menjadi kebangkitan industri perangkat lunak maka tunggu postingan saya selanjutnya.


Memperkenalkan Google Apps

14 Mei 2008

Google memiliki beragam layanannya yang kebanyakan memiliki versi gratisnya tanpa kehilangan kehandalan dalam pelayanannya. Semakin lama semakin bertambah layanan yang bisa diberikan Google secara gratis yang bila pada perusahaan lain harus membayar dan fiturnyapun belum tentu sebaik yang dimiliki oleh Google.

Salah satu layanan yang ditawarkan oleh Google secara gratis tersebut adalah Google Apps. Layanan ini didesain untuk:

  • Work on the same document together, instead of sorting out changes in attachments
  • Share documents and calendars securely with your co-workers with a click
  • Access it all from any computer, and even from mobile phones
  • Invite other team members to join and share with you

Google Apps terdiri dari 6 aplikasi berbasis web antara lain Start Page, Docs, Calendar, Sites, Talk dan Email.

Pada dasarnya applikasi aplikasi yang disediakan pada Google Apps dirancang untuk para pekerja tim yang memiliki kebutuhan tukar menukar data dan berkomunikasi secara intens antara sesama anggota tim. Tapi sesungguhnya apa yang bisa kita manfaatkan dari aplikasi aplikasi berbasis web tersebut bisa lebih dari sekedar itu.

Google Docs sangat membantu untuk kolaborasi personel tim dalam bekerja. Satu dokumen dapat dikerjakan oleh lebih dari satu anggota tim yang lokasinya berjauhan. Aplikasi yang lain seperti Calendar bisa digunakan untuk berbagi jadwal kegiatan bersama.

Aplikasi yang paling menarik mungkin adalah aplikasi Email karena layanan ini mengadopsi layanan Google yang sangat populer yaitu GMail yang juga termasuk GTalk. Menariknya adalah karena Google Apps ini tidak hanya memberikan layanan aplikasi tapi juga memberikan layanan hosting.

Maksudnya begini; jika anda punya organisasi maka anda bisa menghosting domain organisasi anda tersebut untuk dapat menggunakan layanan Google Apps atas nama domain anda sendiri.

Contoh mudahnya adalah misalnya organisasi anda punya domain MTI08.org maka bila anda menghosting domain tersebut pada Googla Apps maka anda bisa menggunakan layanan email Google Apps sehingga anda bisa punya email account nama_anda@MTI08.org dst…

Untuk mengakses email anda di nama_anda@MTI08.org maka anda cukup mengunjungi situs mail.MTI08.org, dan anda akan mendapati aplikasi webmail yang sama persis dengan GMail yang legendaris itu lengkap dengan segala fasilitasnya mulai dari kapasitas 6 Gb hingga antispam yang canggih.

Inilah yang membedakan Google Apps dengan yang lain. Bila anda hanya ingin menggunakan layanan Google secara individual maka anda bisa langsung memakai aplikasi  webnya seperti GMail, Docs, Calendar dst… Tapi bila anda ingin menggunakan Google Apps maka anda harus memilik domain yang akan dihosting di Google.

Untuk mendaftarkan domain anda pada Google Apps (hosting) bisa diikuti tutorial berikut:

Syarat syarat:

  1. Anda harus memiliki sebuah email yang aktif.
  2. Email tersebut tidak boleh dari account email public seperti Yahoo, GMail atau Hotmail.
  3. Anda harus memiliki domain atau sub-domain yang sudah didelegasikan kepada anda, artinya anda memang diberi kekuasaan untuk mengadminstrasikan domain/sub-domain tersebut.
  4. Jika anda telah memilikinya kunjungi alamat: http://www.google.com/apps/

Langkah langkah:

Pilih edisi yang tepat untuk organisasi anda, apakah organisasi pendidikan, non-profit atau bisnis. Untuk mudahnya pilih saja edisi standard.

Langkah 1

Pada saat anda memasukan alamat email diawal, masukkanlah alamat email anda yang sudah aktif. Dari alamat email tersebut Google anda menggunakan domainnya sebagai nama domain yang akan dihosting. Langkah ini hanya akan lancar bila anda telah memiliki dan mengadministrasi domain tersebut sebelumnya. Artinya anda migrasi domain, alamat email yang anda masukan memang sudah aktif dan bisa dijadikan sebagai alamat kontak yang valid.

Tapi bila anda memiliki sebuah domain baru yang belum pernah dibuatkan account emailnya maka hati hati, disini sering terjadi kesalahan klasik. Katakanlah anda telah memiliki sebuah domain baru: “domain-baruku.com”. Domain tersebut ingin anda hosting di Google Apps untuk bisa memiliki alamat email direktur@domain-baruku.com.

Kemudian pada saat awal anda memasukan alamat email Google akan menganggap alamat email tersebut valid dan aktif sehingga email verifikasi akan dikirim ke alamat tersebut yang sudah pasti tidak akan pernah anda terima dan akibatnya hosting domain baru anda di Google Apps tidak akan berhasil.

Sehingga untuk mendaftarkan domain baru anda perlu memliki sebuah email yang lain dari alamat domain baru tersebut. Gunakan itu sebagai alamat kontak verifikasi anda, kemudian pada tahap selanjutnya barulah anda masukkan nama domain baru tersebut seperti gambar dibawah ini:

Langkah ke dua

Setelah tombol Get Started anda klik maka Google memulai proses hosting ke tahap selanjutya yaitu pembuatan sebuah account untuk kepentingan administrasi. Account ini yang bisa digunakan untuk membuat account account lain sebagai member.

Langkah 4

Katakanlah anda telah membuat account dengan nama: admin@domain-baruku.com.

Langkah selanjutnya adalah check email verifikasi yang dikirim Google pada email yang anda masukkan diawal tadi. Seharusnya anda akan mendapati sebuah email yang isinya kode verifikasi seperti berikut:

Mail Verification 2

Email tersebut diatas adalah instruksi untuk melakukan verifikasi apakah anda benar benar sebagai pemilik dari domain domain-baruku.com, jika ya maka anda mesti melakukan langkah administrasi pada Name Server anda.

Ada dua langkah, pertama simply klik link yang panjang, yang bila diklik akan muncul halaman verifikasi berhasil sbb:

Verified

Jika link “Click here to continue” anda klik maka anda akan dibawa langsung ke halaman login seperti dibawah ini:

Control Panel

Masukan account admin@domain-baruku.com yagn anda telah buat diwal tadi dan setelah login anda akan diminta untuk melengkapi informasi tambahan sbb:

Additional

Setelah itu anda harus memilih metode verifikasi kepemilikan domain dengan dua pilihan, pertama lewat upload HTML dan kedua degnan CNAME record. Cara kerja upload HTML adalah buat sebuah file HTML dengan nama googlehostedservice.html yang isinya kode yang telah diberi oleh google, biasanya “googleXXXXXXXXX”, dimana X adalah karakter acak.

Untuk lebih detil tentang cara verifikiasi upload HTML bisa dibaca di:

http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?answer=63026

Metode kedua adalah dengan membuat CNAME record pada Name Server anda seperti yang tertera pada gambar dibawah:

Verification Method Choice

Pembuatan CNAME tersebut harus sesuai denga yang diminta oleh Google yaitu dengan menambahkan record seperti googleXXXXXX.domain-baruku.com.

CNAME Record

Hasil dari CNAME record tersebut adalah sebuah sub-domain yang akan meredirect kembali ke Google. Degnan demikian Google akan yakin bahwa anda adalah administrator dari domain tersebut. CNAME record tidak langsung jadi, perlu waktu paling lama 48 jam untuk bisa dipublish di Internet.

Setelah anda berhasil membuat CNAME record maka kembalilah pada halaman verifikasi domain pada Google dan klik tombol Verify. Setelah domain anda berhasil diverifikasi maka anda telah  bisa menggunakan layanan Google Apps secara utuh dengan hostingnya.

Lebih lanjut anda bisa: Customize AppsCreate users, Turn on email dan Deploy Apps.

Untuk Turn on email anda perlu menambahkan MX record pada Name Server anda jika anda migrasi domain dan bukan apply domain baru. Untuk instruksi lengkap tentang menambah MX recrod bisa di baca di halaman Google:

http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?answer=33352&topic=9196

Selamat mencoba…


Nama Domain Indonesia (.id)

27 April 2008

PANDIJika anda ingin mengunjungi sebuah situs Internet maka apa yang dibutuhkan selain perangkat dan infrastruktur? Tentunnya pertama tama adalah alamat situs Internet tersebut.

Kebanyakan orang lebih mengenal nama domain dot com ketimbang nama domain dot id, nama domain khusus untuk Indonesia (dot id). Dot Com adalah nama domain untuk global atau istilahnya Generic Top Level Domain (GTLD).

Untuk GTLD selain dot com ada juga dot yang lain antara lain:

Tidak bersponsor: .biz .com .edu .gov .info .int .mil .name .net .org
Bersponsor: .aero .cat .coop .jobs .mobi .museum .pro .tel .travel
Infrastruktur: .arpa .root
Diusulkan: .berlin .bzh .cym .gal .geo .kid .kids .mail .nyc .post .sco .web .xxx

Untuk GTLD ini tidak terasosiasi dengan negara, tapi selain GTLD ada domain yang terasosiasi dengan negara, domain tersebut istilahnya Country Code Top Level Domain (ccTLD). ccTLD ini tiap tiap negara berbeda kodenya, misalnya untuk Indonesia kodenya .id, untuk China kodenya .ch, untuk Amerika kodenya .us, untuk Malaysia kodenya .my, dst.

Badan yang mengurus nama domain disebut Registrar, sedangkan pihak yang memesan nama atau yang mengajukan nama domain disebut Registrant. Seorang Registrant jika ingin memiliki sebuah nama domain untuk dirinya atau organisasinya harus maka mengajukan aplikasi kepada Registrar. Aplikasi tersebut harus lolos persyaratan berdasarkan kaidah kaidah yang ditentukan oleh Registrar.

Sejarah Singkat Registrar di Indonesia

Untuk Indonesia Registrar awal mulanya dikelola secara swadaya yang dipelopori oleh Rahmat M. Samik-Ibrahim dari UI sebagai hostmaster. Kemudian sejak tahun 1995 hostmaster dilanjutkan oleh Budi Rahardjo dari ITB.

Dari waktu ke waktu wadah Registrar .id bersemayam ini berganti ganti mulai dari IDNIC, id-domreg, ccTLD-ID dan hingga kini yang terakhir PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) yang berada dibawah Depkominfo, dibentuk pada tanggal 29 Desember 2006.

Layanan PANDI

Dibawah ccTLD ada lagi Second Level Domain yang dikodekan berdasarkan kategori:

  • .AC.ID akademik, universitas, perguruan tinggi dan sejenisnya
  • .CO.ID komersial, badan usaha dan sejenisnya
  • .NET.ID penyedia jasa telekomunikasi yang berlisensi
  • .WEB.ID pribadi atau komunitas
  • .SCH.ID sekolah
  • .GO.ID institusi pemerintah dan sejenisnya
  • .MIL.ID instansi militer
  • .OR.ID organisasi selain organisasi di atas

Customer Support PANDIPANDI ini mengelola semua ccTLD-ID beserta Second Level Domainnya atau istilah resminya Domain Tingkat Dua (DTD). Seorang yang mengajukan aplikasi nama domain baru harus memahami aspek teknis dari sistem nama domain ini.

Ada tiga jenis kontak yang dibutuhkan oleh Registrar untuk dapat memproses aplikasi, pertama adalah kontak teknis, kedua kontak administrasi, dan ketiga kontak untuk tagihan.

Semua kontak harus memiliki alamat email yang valid untuk dapat dihubungi oleh Customer Service PANDI.

Form pendaftaran nama baru domain disediakan pada alamat https://register.net.id/.

Berikut adalah informasi DTD mulai dari persyaratan hingga harganya yang diambil dari situs PANDI pada tanggal: 26 April 2008 pukul 9:45 WIB.

Second Level Domain.ID Biaya Pendaftaran dan Perpanjangan per Tahun Persyaratan (pendaftaran baru saja)
.AC.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • SK Depdiknas Pendirian Lembaga
  • Akta Notaris Pendirian/SK Rektor (Pimpinan Lembaga)
  • Surat Kuasa Pimpinan Lembaga mengenai pendaftaran nama domain .ID
.CO.ID Rp 100.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • SIUP/TDP atau Akta Notaris (cover, hal 1 dan NPWP)
  • Kepemilikan Merk (bila ada)
.NET.ID Rp 100.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • SIUP/TDP** atau Akta Notaris (cover, hal 1 dan NPWP)
  • Kepemilikan Merk (bila ada)
  • ** Surat Izin Usaha Telekomunikasi (ISP, Telco, Seluler, VSAT, dsb)
.WEB.ID Rp 25.000
  • KTP Penanggung Jawab
.SCH.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Surat Permohonan Kepala Sekolah
  • Surat Kuasa
.OR.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Akta Notaris atau SK Intern Organisasi
.MIL.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Surat permohonan minimal dari pimpinan instansi militer yang mengajukan
  • Surat kuasa
.GO.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Surat permohonan di tanda tangani oleh Sekjen/Sekut/Sekmen untuk Pemerintah Pusat atau Sekda untuk Pemda (sesuai Permen No. 28/PER/M.KOMINFO/9/2006)
  • Surat kuasa
Catatan:

  • Nama Domain harus menghormati dan tidak bertentangan dengan HaKI, IPR, Hak Paten/Merk)
  • Untuk .co.id dan .net.id, jika persyaratan SIUP/TDP, Akte, NPWP dan lain sebagainya sedang dalam proses pembuatan, perlu dilampirkan Surat Keterangan/Pernyataan dari Notaris.
  • Nama domain harus sesuai dengan kriteria penamaan
  • Masa berlaku domain adalah 1 (satu) tahun sejak tanggal persetujuan penggunaan nama domain tersebut.

Beberapa hal teknis dan detail tentang pengelolaan nama domain ini bisa dilihat pada situs PANDI, berikut saya sertakan beberapa link yang penting:

Perbandingan menggunakan registrar GTLD dan ccTLD.

Menggunakan GTLD memang lebih mudah dikenal dan fitur layananya sudah jauh lebih baik. Tapi berpotensi memboroskan devisa negara dan tidak mempopulerkan brand Indonesia. ccTLD memiliki identitas negara yang berdampak pada perkembangan budaya konten lokal dan brand lokal.

Apalagi jika lantas hosting servernya di Indonesia maka itu bisa menghemat devisa negara. Jadi gunakanlah nama domain lokal .id dan sekaligus hostingnya di Indonesia. Sekarang tinggal bagaimana Registrar dan penyelenggara jasa hosting Indonesia meningkatkan mutu dan layanan jasanya mereka supaya Registrant Indonesia tidak lari keluar negeri memakai GTLD sekaligus hosting disana.


Tugas Bikin Gila

24 April 2008

Tugas kelompok dari Pak Samik Ibrahim, kelompok P265 ngumpul di Lab SCeLE MTI UI.

Ikrar berusaha berwajah manis, tapi tetep… ancuur…

Pertama mikir keras semua….

Trus mulai aneh…

terkahir jadi gillaaaa…..

dah malleeemmmm, capek.. lapar, ngantuk… pulaaaangggg

note: ikrar tetep manisss….. halah


Baca Account POP3 Melalui GMail (Mail Fetcher)

23 April 2008

Jika anda masih menggunakan email POP3 pada server sendiri maka bisa jadi anda akan mengalami kesulitan dengan beberapa hal antara lain, spam dan space yang terbatas. Jika anda punya Hal ini bisa diatasi dengan menyerahkan hosting email anda pada Google dengan menggunakan Google Apps.

Tapi itu perlu beberapa operasi yang agak teknis. Ada cara lain yaitu mendownload semua email POP3 anda dari account GMail anda.

Dengan demikian walaupun server POP3 anda tidak cermat dalam memfilter spam tapi ketika email dalam POP3 anda didownload ke dalam GMail maka email spam yang masih  bisa lolos ke mailbox POP3 anda akan difilter lagi oleh GMail.

Kemudian untuk menghindari mailbox POP3 anda penuh maka setting pada GMail sebagai Mail Fetcher bisa anda set untuk tidak memberi tanda checklist pada setting: “Leave a copy of retrieved message on the server“.

Dengan demikian setiap kali anda membuka atau logged in ke GMail maka GMail akan mengakses masuk ke account POP3 anda, mendownload semua emailnya lalu menghapusnya sehingga account POP3 anda tidak akan menumpuk dan penuh.

Berikut saya akan memberikan petunjuk cara melakukan setting Mail Fetcher pada GMail. Sebelumnya tentu anda harus memiliki account POP3 dan sebuah account GMail. Langkah pertama anda masuk (logged in) ke
GMail lalu buka menu Setting pada bagian kanan atas menu, setelah itu pilih tab Account.

Kemudian klik “Add another mail account“, akan muncul window dialog baru sbb:

Masukkan alamat email POP3 anda, kemudian klik “Next Step“. Anda diijinkan untuk memiliki hingga 5 account POP3 untuk di fetch. Setelah klik “Next Step” akan muncul:

Masukkan nama anda, kemudian klik “Next Step“. Setelah klik “Next Step” akan muncul:

GMail perlu mengirim email verifikasi untuk dapat memberikan fasilitas “Send mail as“. Email akan dikirim ke alamat email yang anda masukkan sebelumnya. Setelah itu klik tombol “Send Verification“, kemudian akan tampil form konfigurasi POP3 email yang akan difetch:

Isi field form masing masing lalu klik tombol “Add Account“. Setelah itu akan muncul:

Anda bisa memilih mengaktifkan fasilitas send mail as lalu klik “Next Step“. Setelah itu akan muncul:

Pada saat setelah anda melakukan langkah verifikasi GMail akan mengirim sebuah email berisi sebuah angka untuk kode verifikasi, isinya seperti berikut:

You have requested to add wibi.sastro@*****.org to your Gmail account.
Confirmation code: 8080228

Before you can send mail from wibi.sastro@*****.org using your Gmail
account (wibi.sastro@gmail.com), please click the link below to confirm your
request:

Masukkan angka yang tertera disitu pada field code lalu klik tombol “Verify“.

Setelah itu proses telah selesai dan jika anda melihat tab Account maka akan tampak sbb:

Anda telah bisa mendownload email dari acount POP3 anda, dan ketika anda kirim email anda bisa menggunakan fasilitas send me as, sebuah fasilitas yang memungkinkan anda mengirim email dari account GMail dengan “From:” diset dari account POP3 anda yang sudah di add ke dalam fasilitas GMail tadi.

Bila anda compose mail maka akan terlihat form compose seperti berikut:

Si penerima email anda akan menerima email seolah olah pemgirimnya adalah dari account POP3 anda padahal anda mengirimkannya dari account GMail anda. Demikian juga sebailknya bila email tersebut di balas ke alamat POP3 maka anda akan menerimnya di account GMail. Begitulah cara kerja Mail Fetcher.


Secure Socket Layer

23 April 2008

IconSecure Sockets Layer atau yang disingkat SSL adalah sebuah protokol keamanan data yang digunakan untuk menjaga pengiriman data antara web server dan pengguna situs web tersebut.

SSL umumnya sudah terinstall didalam mayoritas browser web yang ada (IE, Netscape, Firefox, dll), sehingga pengguna situs web dapat mengidentifikasi tingkat keamanan situs web tersebut yang menggunakan protokol keamanan SSL ini.

Browser web secara otomatis akan mencek apakah sertifikat SSL dan identitas situs web valid dan situs tersebut terdaftar pada otoritas sertifikasi (CA) SSL (cth. Verisign). Dengan demikian, SSL ini menjadi sangat penting terutama untuk situs web yang menjalankan transaksi online.

Koneksi SSL akan memproteksi informasi vital dengan meng-enkripsi informasi yang dikirim dan diterima antara pc pengguna situs dan web server, sehingga informasi yang berjalan tidak mungkin dapat diambil ditengah jalan dan dibaca isinya. Hal ini berarti pengguna tidak perlu ragu untuk mengirim informasi vital seperti nomor kartu kredit kepada situs web yang telah memasang SSL tersertifikat ini.

CARA KERJA SSL
Seorang pelanggan masuk kedalam situs anda dan melakukan akses ke URL yang terproteksi (ditandai dengan awalan https atau dengan munculnya pesan dari browser).

Server anda akan memberitahukan secara otomatis kepada pelanggan tersebut mengenai sertifikat digital situs anda yang menyatakan bahwa situs anda telah tervalidasi sebagai situs yang menggunakan SSL.

Browser pelanggan akan mengacak “session key” dengan “public key” situs anda sehingga hanya situs anda yang akan dapat membaca semua transaksi yang terjadi antara browser pelanggan dengan situs anda.

Hal diatas semua terjadi dalam hitungan detik dan tidak memerlukan aktifitas apapun dari pelanggan.

Sumber Wikipedia.


Menyeting Mail Client Untuk POP3 Gmail

18 April 2008

Untuk dapat mendownload semua email dari account POP3 GMail bisa dipakai Mail Client, salah satunya adalah MS Outlook. Cara setting POP3 pada Outlook adalah sbb:

  1. Aktifkan fasilitas POP3 pada account GMail anda. Jangan lupa Save Changes setelah selesai.
  2. Buka aplikasi Outlook atau Outlook Express.
  3. Klik menu Tools, lalu pilih Accounts…
  4. Klik Add, lalu klik Mail…
  5. Masukkan nama anda pada field Display name, lalu klik Next.
  6. Masukkan alamat email Gmail yang lengkap  (username@gmail.com) pada field Email address, lalau klik Next.
  7. Masukkan pop.gmail.com pada field Incoming mail (POP3, IMAP or HTTP) server. Lalu masukkan smtp.gmail.com pada field Outgoing mail (SMTP) server.
  8. Klik Next.
  9. Masukkan username Gmail anda (termasuk ‘@gmail.com’) pada field Account name. Masukkan password Gmail anda pada field Password. Lalu klik Next.
  10. Klik Finish.
  11. Pilih pop.gmail.com pada kolom Account, lalu klik Properties.
  12. Klik tab Advanced.
  13. Isi informasi berikut:
    • Memberi tanda Check pada checkbox This server requires a secure connection (SSL) dibawah  Outgoing Mail (SMTP).
    • Masukkan angka port 465 pada field Outgoing mail (SMTP).
    • Dibawah Outgoing Mail (SMTP), beri tanda check pada checkbox This server requires a secure connection (SSL).
    • Dibawah Incoming mail (POP3), beri tanda check pada checkbox This server requires a secure connection (SSL). Angka port akan berubah menjadi 995.

  14. Kembali ke tab Servers, beri tanda check pada checkbox My server requires authentication.
  15. Klik OK dan nikmati beremail pop3 dari GMail.

Mengenal Kembali POP3

18 April 2008

Sejak populernya layanan email gratis dari GMail dan Yahoo yang cukup realible, perlahan lahan generasi baru dari pengguna email mulai melupakan layanan email POP3.

Padahal jaman dahulu ketika era tahun 80 dan 90 an orang yang akan mengakses email harus melakukan setting POP3 pada aplikasi Mail Client mereka seperti Netscape Mail, Eudora, Opera maupun MS Outlook.

Maklum jaman itu webmail belum begitu populer dan layanan yang ada pun belum cukup realiable dan sama sekali tidak dianjurkan jika anda pengguna yang serius. Selain karena kapasitas email pada jaman itu hanya satu dua mega tapi juga kerap kali hilang karena kesalahan server.

Perkembangan teknologi dan layanan dari webmail semakin meningkat terutama GMail yang dilengkapi dengan kemampuan antispam membuat pengelolaan email sendiri melalui account POP3 menjadi ketinggalan jaman dan memiliki banyak kekurangan.

Apalagi semenjak booming spam terjadi diera 2000an membuat GMail dan YahooMail semakin populer dan sebaliknya membuat layanan POP3 server menjadi kurang populer. Kelemahan utama yang dimiliki oleh account POP3 dibanding layanan webmail gratis seperti GMail adalah ketidakmampuan mengelola spam dan keterbatasan space.

Belum lagi masalah kehandalan server yang menjadi tempat hosting dari layanan email POP3 kita. Mungkin anda pernah mengenal istilah bouncing. Bouncing ini sering terjadi pada account POP3 (walaupun webmail juga bisa bouncing) sebagai akibat dari berbagai macam masalah di servernya. Masalah mulai dari mailbox yang penuh, alamat tidak valid, server sibuk dsb.

Sebenarnya layanan webmail gratis seperti GMail dan YahooMail juga memiliki fasilitas POP3. Server POP3 mereka telah dilengkapi dengan berbagai macam feature yang tidak dimiliki oleh server POP3 biasa.

Untuk lebih jelasnya perbandingan antara kedua layanan ini akan saya bahas terlebih dahulu tentang layanan email secara umum. Pada dasarnya layanan email memiliki dua aplikasi utama yakni client dan server.

Mail Server

Server adalah tempat dimana email ditampung dari berbagai pengirim. Dalam server terdapat mailbox mailbox. Masing masing mailbox memiliki alamat yang uniq dari pemiliknya.

Mailbox tersebut memiliki quota space yang diset oleh administrator email server tersebut. Untuk mengakses mailbox tersebut dibutuhkan otentikasi akses dengan menggunakan konfigurasi tertentu seperti username dan password, atau yang biasa disebut mail account.

Sebuah mail account memiliki konfigurasi yang berisi informasi teknis untuk dapat masuk dan membaca email email yang berada diserver. Informasi ini harus dimasukan kedalam aplikasi Mail Client untuk digunakan pada saat otentikasi masuk ke server.

Selain tempat menampung email, server juga tempat untuk mengirim email. Berbekal informasi account tersebut Mail Client akan masuk ke server dengan menggunakan protokol tertentu sesuai tujuannya.

Post Office Protocol (POP) digunakan untuk membaca email sedangkan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) digunakan untuk mengirim email. Selain POP ada juga protokol yang lain yaitu Internet Message Access Protocol (IMAP).

Mail Client

Aplikasi Mail Client adalah pasangan dari Mail Server. Aplikasi client digunakan untuk masuk ke server dan melakukan proses baca ataupun kirim. Untuk bisa masuk, server akan melakukan otentikasi pada clientnya. Dalam aplikasi mail client seperti Netscape Mail, Eudora, Opera atau MS Outlook tersedia fasilitas setting untuk memasukkan konfiguarasi account POP3 yang ada diserver yang akan dituju seperti gambar dibawah ini:

Setting POP di Oulook

Informasi dasar yang dibutuhkan pada saat melakuakan setting itu antara lain:

  1. Email Address : contoh —> akyu@domainkyu.com
  2. Incoming Mail (POP3) server : pop.domainkyu.com
  3. Outgoing (SMTP) server : smtp.domainkyu.com
  4. Account/Username : akyu
  5. Password : *******
  6. POP3 Port : 110
  7. SMTP Port : 25

Bagaimana informasi itu diperoleh adalah dengan bertanya pada mail server administratornya. Selain informasi dasar ada lagi beberapa informasi tambahan yang kadang diminta oleh mail server tertentu. Ada beberapa server yang hanya menyediakan layanan POP saja sedangkan mereka tidak memberikan layanan SMTP. Kita harus memasukan konfigurasi yang benar pada saat setting ini karena tiap tiap account memiliki konfigurasi yang uniq.

Proses Baca

Ketika konfigurasi telah diset dengan benar maka Client bisa masuk ke server dengan menggunakan protokol POP3. Dengan protokol POP3 yang dilakukan oleh Client adalah mengambil seluruh email email yang ditampung di Server.

Jadi jangan bayangkan proses baca tersebut seperti webmail GMail yang ketika kita sudah berhasil masuk maka akan tampil daftar dari subject dan pengirim. Mail Client dengan protokol POP3 tidak bekerja dengan cara demikian.

Client akan mendownload semua email yang ada di Server terlebih dahulu untuk kemudian dibaca oleh user secara offline. Setelah dibaca email yang ada di Server dapat hapus (mode offline) atau tetap dibiarkan (mode inline).  Judul setting yang sering dipakai pada Mail Client adalah “Leave a copy of messages on server“, dengan tanda checkbox.

Webmail vs Mail Client

Jaman dahulu kala koneksi Internet belum ada yang menggunakan sistem volume based (ditagih berdasarkan jumlah trafik data) tapi menggunakan time based (ditagih berdasarkan jumlah waktu koneksi, biasanya dalam satuan jam).

Jadi dengan koneksi Internet time based cara hemat baca email adalah download semuanya lalu baca satu persatu kemudian. Sebab jika dibaca selagi koneksi masih terhubung maka tagihan akan menjadi mahal. Karena itu juga layanan webmail dahulu kurang disukai karena harus konek untuk bisa baca email selain layanan webmail belum bagus.

Kini semuanya sudah berubah, koneksi sudah menjadi volume based, kecepatan koneksi semakin tinggi. Dimana saja mau konek gampang dan cepat, tidak seperti dulu. Karena itu menggunakan layanan webmail menjadi menyenangkan, sebaliknya layanan POP3 dengan Mail Client semakin ditinggalkan.

Webmail adalah Mail Client yang berbasis web. Sama seperti Mail Client yang lain seperti Outlook cuma seting konfigurasinya menjadi minimal, biasanya hanya minta username dan password pada saat login.

Jadi bila sebuah Mail Server dipasangi aplikasi webmail seperti SquirrelMail maka mailbox yang ada dalam server tersebut sudah dapat dibaca lewat web tanpa Mail Client desktop.

GMail

Apa yang dilakukan oleh GMail adalah mengabungkan semua layanan itu menjadi satu mulai dari Mail Server, Mail Client, Antispam, Large Space, Address Book dll. Sedemikian sehingga layanan itu membuat pengguna menjadi sangat nyaman.

Bahkan GMail juga memberi fasilitas POP3 bagi usernya yang ingin mendownload semua email di server GMail untuk dibaca secara offline. Untuk dapat menggunakan fasiiltas POP3 ini maka setting untuk penggunaan POP pada GMail harus di set enable. Caranya bisa baca pada artikel “Mensetup Account POP3 GMail“.

Kemudian bagaiaman pada Mail Client juga harus di set konfigurasi untuk otentikasi ke Mail Server. Bagaimana caranya dapat dibaca di artikel “Menyeting Mail Client Untuk POP3 Gmail“. Contoh yang diberikan adalah dengan menggunakan MS Outlook Express, untuk Mail Client yang lain konfigurasinya sama hanya beda menu interfacenya saja.

Kegunaan POP3 bukan hanya untuk mendownload email lalu membacanya secara offline tapi juga mendownload dari satu account ke account yang lain jika aplikasinya memungkinkan. GMail memiliki kemampuan ini dan sangat bermanfaat untuk anda yang memiliki banyak account POP3.

Aplikasi webmail GMail akan bertindak sebagai Mail Client bagi account POP3 anda yagn lain. Pada menu settingnya akan terdapat form untuk memasukan konfigurasi Mail Server account POP3 adna yan lain. Account yang dapat ditambahkan tidak hanya satu bisa lebih dari satu sehingga semua account email POP3 yang anda miliki bisa didownload ke dalam GMail.

Kemudian tidak hanya mendownload tapi anda juga bisa mengirim email dari GMail dengan menggunakan atas nama account account anda tersebut. Untuk dapat melakukan mengirim email dengan atas nama account POP3 anda GMail akan meminta verifikasi melalui email POP3 anda.

Pada kesempatan lain akan dibahas penyedia email yang lain seperti Hotmail dll…


Mensetup Account POP3 Gmail

18 April 2008

Gmail memberikan fasilitas email POP3 untuk memudahkan pembaca email GMail. Anda dapat meretrieve email email yang masuk ke Gmail dengan menggunakan Mail Client seperti Outlook, Thunderbird, iPhone atau Netscape Mail.

Untuk dapat membaca email GMail dengan fasilitas POP3 kita harus mensetting dua pihak yaitu server dan client. Pada tulisan ini saya akan membahas tentang setting pada server GMail.

Untuk melakukan setting pada server GMail lakukan langkah berikut:

  1. Lgoin ke account Gmail anda.
  2. Klik Settings pada bagian atas kanan halaman Gmail.
  3. Klik Forwarding and POP/IMAP, akan muncul gambar sbb:
    Setting POP3 GMail
  4. Pilih Enable POP for all mail atau Enable POP for mail that arrives from now on.
  5. Pilih bagaimana pesan pesan email anda akan diperlakukan oleh Gmail setelah anda mengaksesnya lewat POP. Ada tiga pilihan: Keep, Archive dan Delete.
  6. Klik Save Changes lalu kemudian setting Mail Client anda.

Terima kasih… tugas JKKD telah memaksa saya untuk menulis tutorial jadul ini… halah…


Tugas Berat PSI

9 April 2008

LabKalau tenggat waktu sudah menjelang, apapun akan dilakukan untuk menyelesaikan tugas. Nginep nginep deh.

Lab MTI UI yang rapi dan bersih berubah jadi seperti tempat habis pesta kaya gini: Lab SCeLE MTI UI Salemba

Besok siapa yang bangun paling telat yang punya tugas mbersihin.

Sebelum diomelin Bu Emmy… ;-)

Apalagi Ikrar yang udah beri Tag ama sekretariat… haha

Hoaahhhh… ngantuk euy… tapi kalo lagi foto selalu ceria: Lab SCeLE MTI UI Salemba

Serasa Lab milik kita, besok anak semester tiga pada pake Lab komplain deh.

Terutama Ryan, si maniak Lab…. hehehe :-)

Kasihan yang tugasnya masih banyak yang kelar, ruang meeting yang dingin banget gak jadi terasa panas. Tinggal menunggu penampakan.

Mau nonton TV gak ada, mau nonton video dari YouTube buat ngilangin ngantuk udah diblok… Hoaahh.. ngantuk banget…