Beranda > Kuliah, Pemula > Nama Domain Indonesia (.id)

Nama Domain Indonesia (.id)

PANDIJika anda ingin mengunjungi sebuah situs Internet maka apa yang dibutuhkan selain perangkat dan infrastruktur? Tentunnya pertama tama adalah alamat situs Internet tersebut.

Kebanyakan orang lebih mengenal nama domain dot com ketimbang nama domain dot id, nama domain khusus untuk Indonesia (dot id). Dot Com adalah nama domain untuk global atau istilahnya Generic Top Level Domain (GTLD).

Untuk GTLD selain dot com ada juga dot yang lain antara lain:

Tidak bersponsor: .biz .com .edu .gov .info .int .mil .name .net .org
Bersponsor: .aero .cat .coop .jobs .mobi .museum .pro .tel .travel
Infrastruktur: .arpa .root
Diusulkan: .berlin .bzh .cym .gal .geo .kid .kids .mail .nyc .post .sco .web .xxx

Untuk GTLD ini tidak terasosiasi dengan negara, tapi selain GTLD ada domain yang terasosiasi dengan negara, domain tersebut istilahnya Country Code Top Level Domain (ccTLD). ccTLD ini tiap tiap negara berbeda kodenya, misalnya untuk Indonesia kodenya .id, untuk China kodenya .ch, untuk Amerika kodenya .us, untuk Malaysia kodenya .my, dst.

Badan yang mengurus nama domain disebut Registrar, sedangkan pihak yang memesan nama atau yang mengajukan nama domain disebut Registrant. Seorang Registrant jika ingin memiliki sebuah nama domain untuk dirinya atau organisasinya harus maka mengajukan aplikasi kepada Registrar. Aplikasi tersebut harus lolos persyaratan berdasarkan kaidah kaidah yang ditentukan oleh Registrar.

Sejarah Singkat Registrar di Indonesia

Untuk Indonesia Registrar awal mulanya dikelola secara swadaya yang dipelopori oleh Rahmat M. Samik-Ibrahim dari UI sebagai hostmaster. Kemudian sejak tahun 1995 hostmaster dilanjutkan oleh Budi Rahardjo dari ITB.

Dari waktu ke waktu wadah Registrar .id bersemayam ini berganti ganti mulai dari IDNIC, id-domreg, ccTLD-ID dan hingga kini yang terakhir PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) yang berada dibawah Depkominfo, dibentuk pada tanggal 29 Desember 2006.

Layanan PANDI

Dibawah ccTLD ada lagi Second Level Domain yang dikodekan berdasarkan kategori:

  • .AC.ID akademik, universitas, perguruan tinggi dan sejenisnya
  • .CO.ID komersial, badan usaha dan sejenisnya
  • .NET.ID penyedia jasa telekomunikasi yang berlisensi
  • .WEB.ID pribadi atau komunitas
  • .SCH.ID sekolah
  • .GO.ID institusi pemerintah dan sejenisnya
  • .MIL.ID instansi militer
  • .OR.ID organisasi selain organisasi di atas

Customer Support PANDIPANDI ini mengelola semua ccTLD-ID beserta Second Level Domainnya atau istilah resminya Domain Tingkat Dua (DTD). Seorang yang mengajukan aplikasi nama domain baru harus memahami aspek teknis dari sistem nama domain ini.

Ada tiga jenis kontak yang dibutuhkan oleh Registrar untuk dapat memproses aplikasi, pertama adalah kontak teknis, kedua kontak administrasi, dan ketiga kontak untuk tagihan.

Semua kontak harus memiliki alamat email yang valid untuk dapat dihubungi oleh Customer Service PANDI.

Form pendaftaran nama baru domain disediakan pada alamat https://register.net.id/.

Berikut adalah informasi DTD mulai dari persyaratan hingga harganya yang diambil dari situs PANDI pada tanggal: 26 April 2008 pukul 9:45 WIB.

Second Level Domain.ID Biaya Pendaftaran dan Perpanjangan per Tahun Persyaratan (pendaftaran baru saja)
.AC.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • SK Depdiknas Pendirian Lembaga
  • Akta Notaris Pendirian/SK Rektor (Pimpinan Lembaga)
  • Surat Kuasa Pimpinan Lembaga mengenai pendaftaran nama domain .ID
.CO.ID Rp 100.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • SIUP/TDP atau Akta Notaris (cover, hal 1 dan NPWP)
  • Kepemilikan Merk (bila ada)
.NET.ID Rp 100.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • SIUP/TDP** atau Akta Notaris (cover, hal 1 dan NPWP)
  • Kepemilikan Merk (bila ada)
  • ** Surat Izin Usaha Telekomunikasi (ISP, Telco, Seluler, VSAT, dsb)
.WEB.ID Rp 25.000
  • KTP Penanggung Jawab
.SCH.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Surat Permohonan Kepala Sekolah
  • Surat Kuasa
.OR.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Akta Notaris atau SK Intern Organisasi
.MIL.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Surat permohonan minimal dari pimpinan instansi militer yang mengajukan
  • Surat kuasa
.GO.ID Rp 50.000
  • KTP Penanggung Jawab
  • Surat permohonan di tanda tangani oleh Sekjen/Sekut/Sekmen untuk Pemerintah Pusat atau Sekda untuk Pemda (sesuai Permen No. 28/PER/M.KOMINFO/9/2006)
  • Surat kuasa
Catatan:

  • Nama Domain harus menghormati dan tidak bertentangan dengan HaKI, IPR, Hak Paten/Merk)
  • Untuk .co.id dan .net.id, jika persyaratan SIUP/TDP, Akte, NPWP dan lain sebagainya sedang dalam proses pembuatan, perlu dilampirkan Surat Keterangan/Pernyataan dari Notaris.
  • Nama domain harus sesuai dengan kriteria penamaan
  • Masa berlaku domain adalah 1 (satu) tahun sejak tanggal persetujuan penggunaan nama domain tersebut.

Beberapa hal teknis dan detail tentang pengelolaan nama domain ini bisa dilihat pada situs PANDI, berikut saya sertakan beberapa link yang penting:

Perbandingan menggunakan registrar GTLD dan ccTLD.

Menggunakan GTLD memang lebih mudah dikenal dan fitur layananya sudah jauh lebih baik. Tapi berpotensi memboroskan devisa negara dan tidak mempopulerkan brand Indonesia. ccTLD memiliki identitas negara yang berdampak pada perkembangan budaya konten lokal dan brand lokal.

Apalagi jika lantas hosting servernya di Indonesia maka itu bisa menghemat devisa negara. Jadi gunakanlah nama domain lokal .id dan sekaligus hostingnya di Indonesia. Sekarang tinggal bagaimana Registrar dan penyelenggara jasa hosting Indonesia meningkatkan mutu dan layanan jasanya mereka supaya Registrant Indonesia tidak lari keluar negeri memakai GTLD sekaligus hosting disana.

About these ads
Kategori:Kuliah, Pemula Tag:, ,
  1. 23 Mei 2008 pukul 23:49

    Iya. PANDI sudah membuat segala proses jadi mudah dan cepat (kecuali kalau melintasi weekend, dimana mereka libur tanpa piket).
    Yuk pakai .ID

  2. Ardi
    16 Juli 2008 pukul 18:21

    .ch itu bukan china, tapi Swiss! Coba Cek Lagi!

  3. 20 Juli 2008 pukul 11:54

    Hal ini menjadi dilema.. Antara devisa negara dengan SEO

  4. 22 November 2008 pukul 3:59

    Salam untuk semua dan salam kenal…

    Saya melihat-lihat ke situs ICANN.org, tampaknya belum ada satupun perusahaan/lembaga dari Indonesia yang secara resmi menjadi registrar ICANN (acredited registrar).

    Apakah memang untuk menjadi registrar ccTLD tidak perlu akreditasi dari ICANN?

    Berikut beberapa link:
    - http://www.icann.org/en/registrars/accredited-list.html
    - http://www.iana.org/domains/root/db/id.html
    - http://www.ccnso.icann.org/applications/archive/msg00220.html

    Btw, saya masih belum nemu hosting seperti servage.net atau 1and1.com yang berbasis di Indonesia. Jadi, untuk sementara masih host di luar Indonesia. Punya rekomendasi?

    @zaenal

  5. 22 Maret 2010 pukul 6:51

    nambah lagi nih wawasan tentang domain,,, terimakasih telah berbagi,, salam hangat

  6. aan
    12 Mei 2011 pukul 7:08

    ADA DOMAIN CCTLD DI INDONESIA YAG GRATIS GAK Y?……..MAKLUM ORANG DESA…..BUAT MAKAN AJA SUSAH……

  7. rhyfa
    5 Agustus 2011 pukul 9:55

    bs di ksh perjelas ngak nama2 yg termasuk dlm aplikasi domain indonesia cox aq blm mengger

  8. rhyfa
    5 Agustus 2011 pukul 11:06

    tlng donk ksh perjelas nama2 aplikasi domain indonesia agar dpt kumer\ngerti

  1. 1 Juli 2008 pukul 19:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: